Locations : Singapore || Indonesia || Malaysia

Website : The Hearing Solution Group
You Are In :   Home >  Advisory >  Hearing Loss
   
               
Font Size



            

Gangguan Pendengaran

Statistik menunjukkan bahwa satu dari tujuh orang tidak memiliki pendengaran yang sempurna dan satu dari sepuluh orang pendengarannya begitu buruk hingga alat bantu dengar akan membantu.
Hearing Loss

Studi –studi (laporan Maastricht tentang gangguan pendengaran, 1999) juga menekankan fakta bahwa hanya sedikit "kurang dari 14% di Uni Eropa" dari mereka yang akan terbantu bila menggunakan alat bantu dengar, benar-benar menggunakannya.

Tingkat gangguan pendengaran bervariasi pada tiap orang

Antara dua ekstrem yaitu mendengar dengan baik dan tidak mendengar apa pun, ada banyak tingkat gangguan pendengaran. Istilah yang digunakan untuk menggambarkan tingkat gangguan pendengaran adalah ringan, sedang, berat dan sangat berat. Kebanyakan gangguan pendengaran adalah ringan sampai sedang.

Apa arti dari tiap tingkat gangguan pendengaran?

  • Gangguan Pendengaran Ringan: tidak dapat mendengar suara lembut, sulit memahami pembicaraan di lingkungan bising.

  • Gangguan Pendengaran Sedang: tidak dapat mendengar suara lembut dan agak keras, kesulitan yang cukup besar dalam memahami pembicaraan, terutama dengan kebisingan latar belakang.

  • Gangguan Pendengaran Berat: beberapa Suara Keras dapat terdengar tapi komunikasi tanpa alat bantu dengar tidak mungkin.

  • Gangguan pendengaran Sangat Berat: beberapa Suara yang Sangat Keras dapat terdengar tetapi komunikasi tanpa alat bantu dengar tidak mungkin.

Telinga manusia dengan pendengaran normal dapat mendengar suara dalam frekuensi yang sangat beragam, dari 20 Hz sampai 20.000 Hz. Tes pendengaran standar hanya berkonsentrasi pada rentang frekuensi yang diperlukan untuk memahami pembicaraan: 250 Hz sampai 8000 Hz.

Tenaga ahli pendengaran biasanya melakukan tes pendengaran di lingkungan yang tenang dengan audiometer (alat tes pendengaran) yang dikalibrasi secara khusus, dengan langkah-langkah tertentu. Setiap telinga diuji secara terpisah karena tingkat kerusakan tiap telinga dapat berbeda-beda .

Batas pendengaran dari telinga yang diuji kemudian dibandingkan dengan batas pendengaran normal. Inti dari tes pendengaran tersebut adalah "di tingkat mana saya mulai mendengar suara" dan "di tingkat mana suara keras menjadi tidak nyaman untuk saya ". Hasil tes akan disajikan dalam bentuk audiogram.

Tenaga ahli pendengaran dapat menjelaskan arti dari hasil tes dan dampak dari gangguan tertentu dalam kehidupan sehari-hari dan komunikasi seseorang, selain itu juga dapat memberikan informasi dan bimbingan untuk keputusan yang berkaitan dengan alat bantu dengar.

Tes Pendengaran untuk Anak-anak

  • Skrining Pendengaran
    Ini adalah tes/pengujian yang dapat dilakukan pada semua usia. Skrining pendengaran biasanya hanya menunjukkan apakah pendengaran anak berada pada tingkat normal atau tidak. Jika seorang anak gagal dalam tes skrining, ia akan dirujuk untuk pemeriksaan yang lebih rinci. Dalam beberapa tahun terakhir ini pentingnya skrining pendengaran untuk bayi telah diakui. Saat ini sudah ada undang-undang di banyak negara yang menganjurkan bahwa semua bayi yang baru lahir di-skrining untuk gangguan pendengaran. Bila gangguan pendengaran diketahui lebih awal, maka penanggulangan yang tepat juga bisa dimulai lebih cepat.


  •  
  • Tes Pendengaran Behavioral/Perilaku
    Tes ini biasanya memerlukan anak untuk memberi respon terhadap suara lembut dalam beberapa cara (secara lisan, dengan menunjuk gambar, mengangkat tangan atau melalui "permainan"). Tes ini bisa jadi menyenangkan untuk bayi dan balita, respon pergerakan kepala pada tes sinyal biasanya merupakan metode pengujian terbaik dan paling dapat diandalkan.


  •  
  • Auditory Brainstem Response (ABR)
    Untuk bayi baru lahir atau balita dan anak-anak yang tidak bisa menjalani prosedur tes behavioral/perilaku, tes lebih objektif lainnya, seperti Auditory Brainstem Response, dapat membantu untuk menentukan kemampuan pendengarannya. Suara Klik atau "pips" diperdengarkan ke telinga bayi melalui earphone. ABR memberikan informasi tentang fungsi jalur pendengaran hingga ke tingkat batang otak. Respon terhadap suara klik atau “pips” dicatat, untuk dapat membuat perkiraan kepekaan pendengaran.


  •  
  • Otoacoustic Emission
    Tes-tes ini mempunyai cara yang unik untuk memeriksa fungsi koklea (rumah siput). Suara dikirim ke telinga anak dengan loudspeaker kecil. Sebuah mikrofon merekam respon koklea terhadap suara (disebut kenal sebagai emisi). Tes ini memberikan informasi berharga tentang sel-sel rambut sensori di koklea.


  •  
  • Tympanometry (Tes Acoustic Immittance)
    Tes ini membantu menentukan seberapa baik gendang telinga dan telinga tengah bekerja. Sebuah tiupan udara yang lembut diberikan ke telinga anak dan jumlah gerakan gendang telinga dalam menanggapi perubahan tekanan udara dicatat. Jika gendang telinga tidak bergerak, misalnya, bisa berarti ada cairan di belakang gendang telinga dan kemungkinan terjadi otitis media dengan efusi (infeksi telinga tengah disertai adanya cairan).

Disclaimer Info :
All trademarks and registered trademarks are the property of their respective owners.
Singapore: 76 Bras Basah Road #01-01 Singapore 189558, Hotline: +65 6337 0090 , Email: contact@thsc.com.sg || Malaysia: 76, Jalan Tun Sambanthan Brickfields, 50470 Kuala Lumpur Wilayah Persekutuan, Malaysia , Hotline: +603 2260 6233, +603 2260 5742, +603 2260 4953, Email: info@thehearingsolutionco.com.my || Indonesia: Jl.Salemba Raya No 34-36 Jakarta, 10430 Indonesia, Hotline: +62 21 31902323, Email: abdi@alatbantudengar.com